Sabtu, 22 September 2012
Tentang Hati dan Perasaan ini
Siang itu aku membaca statusmu yang mempertanyakan perubahan diriku. Beruntung itu status, bukan pertanyaan yang langsung kau tujukan untukku.
Oke, bukannya aku tak mau disalahkan. Aku hanya mempertanyakanmu, seperti kau juga mempertanyakanku. Dariku, aku juga menganggap kau berubah. Menganggap kau berbeda dari kau yang sebelum-sebelumnya. Menganggap hubungan kita yang kabarnya sudah 1 tahun lebih beberapa hari ini semakin tak jelas. Singkatnya, rasa bosan yang biasa kau keluhkan kini menular ke hatiku. Sadarkah kau? Apa yang kita rasakan selama ini adalah SAMA. Hanya saja, beberapa persen dari hati kita bersikeras mempertahankan ketidakjelasan ini.
Sejujurnya ada sesuatu yang mengusik ketenanganku. Sejak hari dimana aku menyatakan rasa bosan itu. Aku tak mungkin berbicara langsung padamu. Bukannya takut. Aku hanya berusaha sebisa mungkin meminimalkan rasa kecewa yang selama ini kau rasakan. Awalnya aku berpikir untuk tetap memendam semua ini, tapi, gunung lama-lama akan meletus juga kan? Nah, itu yang aku takutkan bila tak secepatnya aku ungkapkan.
Aku tak tau hati ini sekarang mengarah pada siapa. Sungguh. Yang aku tau, aku sedang bimbang. Bimbang tentang keputusanku selanjutnya. Jika aku tak memikirkan perasaanmu, tentu aku mengakhiri hubungan ini sejak lama. Tapi aku bukan tipe manusia seperti itu. Aku juga memikirkan perasaanmu. Aku tak tau apakah kau juga ingin mengakhirinya.
Aku tak punya nyali untuk memutuskan hubungan kita, dengan alasan, ya itu tadi, takut mengecewakanmu lagi. Sering aku berdoa, agar kau saja yang memutuskannya. Tapi setiap kali kita jumpa, senyum dan tatapanmu yang manis itu tak berubah, sekalipun sikapmu berubah. Itu yang membebaniku. Oke, aku menyayangimu, serius, sumpah, swear. Tapi, aku merasa tidak nyaman dengan hubungan kita. Sementara kau, tampaknya adem-adem saja di depanku (-_-)
Tolong, kau saja yang mengakhiri, aku akan ikhlas. Tapi aku tak akan memaksamu. Sekali lagi, aku hanya tak ingin menambah kecewamu.
Sabtu, 15 September 2012
My Works :)
setiap orang pastilah punya hobi, nah gue juga gitu, ini beberapa karya yg bisa gue buat dari hobi gue :) baru belajar sih, jadi hasilnya masih ga karuan gini haha :) buat yg liat, kritik dan sarannya wajib lho ya :)
Sabtu, 07 April 2012
Kecewa
Haruskah kukatakan hingga ribuan kali,
bahwa aku tak mau kau sakiti ?
Haruskah kuucapkan berulang kali,
bila sikapmu menusuk di hati ?
Ataukah kuharus datang pada meja keadilan,
dan meminta mereka menjelaskannya padamu ?
Tak berarti lagi
batangan batangan kepercayaan
yang kuletakkan di samping hatimu,
Tak penting lagi
tangisan tangisan piluku
keluhan keluhanku
dan keresahan yang kutumpahkan di bahumu
kau penjarakan hatiku
kau ikat dengan tali panasmu
dan kau tusuk dengan pedang sadismu
Aku meronta ronta !
berusaha melepaskan belenggu belenggumu
namun sosokmu semakin menjeratku :@
Kau !
bibirmu manis,
sayang, kemaniasn itu tak berlaku untuk hatimu
Kuyakin dirimu masih ada rasa untuknya
menyatakan cinta mati padanya
mungkin tak mampu melupakannya
apalagi menghapus cerita tentangnya
kau semakin buatku benci padamu
kau racuni hari hariku
kau bertingkah di belakangku
dan diam seribu bahasa di hadapanku
aku berharap hatiku seperti karet
elastis dan tak mudah robek
namun kau buat hatiku seperti kaca
satu kesempatan jatuh,
pecah,
berantakan,
dan sulit untuk disatukan kembali
semoga saja,
ini BUKAN AKHIR dari kisah persahabatan KITA ..
bahwa aku tak mau kau sakiti ?
Haruskah kuucapkan berulang kali,
bila sikapmu menusuk di hati ?
Ataukah kuharus datang pada meja keadilan,
dan meminta mereka menjelaskannya padamu ?
Tak berarti lagi
batangan batangan kepercayaan
yang kuletakkan di samping hatimu,
Tak penting lagi
tangisan tangisan piluku
keluhan keluhanku
dan keresahan yang kutumpahkan di bahumu
kau penjarakan hatiku
kau ikat dengan tali panasmu
dan kau tusuk dengan pedang sadismu
Aku meronta ronta !
berusaha melepaskan belenggu belenggumu
namun sosokmu semakin menjeratku :@
Kau !
bibirmu manis,
sayang, kemaniasn itu tak berlaku untuk hatimu
Kuyakin dirimu masih ada rasa untuknya
menyatakan cinta mati padanya
mungkin tak mampu melupakannya
apalagi menghapus cerita tentangnya
kau semakin buatku benci padamu
kau racuni hari hariku
kau bertingkah di belakangku
dan diam seribu bahasa di hadapanku
aku berharap hatiku seperti karet
elastis dan tak mudah robek
namun kau buat hatiku seperti kaca
satu kesempatan jatuh,
pecah,
berantakan,
dan sulit untuk disatukan kembali
semoga saja,
ini BUKAN AKHIR dari kisah persahabatan KITA ..
Langganan:
Postingan (Atom)