Tampilkan postingan dengan label #Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2012

Mungkin Kamu Sudah Lupa


Mungkin kamu sudah lupa
Tentang kata-kata sayang
Tentang kata-kata cinta
Tentang gombalan-gombalan
Tentang janji-janji manismu
Yang kamu paparkan padaku

Mungkin kamu sudah lupa
Tentang perasaanku ketika mendengar semua itu
Tentang bahagiaku
Tentang senyum lebarku
Tentang ketetapan dalam hati
Yang mulai mengukir namamu sebagai masa depanku

Mungkin kamu sudah lupa
Kalau aku adalah wanita serius
Kalau aku tak pernah main-main tentang perasaanku
Kalau aku sudah mematrimu dalam hatiku

Mungkin kamu sudah lupa
Aku masih mengharapkanmu
Aku masih menganggapmu sosok terang dalam kegelapan
Aku masih menganggapmu malaikat
Aku masih menganggapmu pelita hati
Yang selalu mampu mengusir ketakutan tak terungkap

Dan mungkin kamu sudah lupa
Kalau kamu pernah menyakitiku
Kalau kamu pernah menusukku
Kalau kamu pernah merebut kebahagiaanku
Kalau kamu pernah menukar cintaku dengan penyampakan

Atau kamu memang lupa?
Karena kamu playboy
Karena kamu Arjuna
Karena kamu hanya mencari kesenangan tanpa peduli dengan perasaan orang lain

Oh ya,
Kamu memang sudah lupa

Sabtu, 03 November 2012

LUKA

Sore datang
Awan berarak menutupi matahari
Langit mulai menangis
Gelap
Dingin
Mencekam
Petir menyambar-nyambar menakutkan
Kilat berkelebat cepat
Lalu hening

Aku meringkuk di sudut kamar
Memandangi tetes-tetes air dari jendela
Sebersit cahaya perak keunguan melintas
Membuatku tiba-tiba teringat sesuatu
Sesuatu yang labil
Kadang indah
Kadang membingungkan
Kadang perih

Sosokmu

Ya, kau
Yang dulu selalu ada
Yang sanggup buatku terpana
Yang buatku menggores tawa
Bahagia
Dan lupa akan semua masalahku

Tapi sekarang?
Kau pergi
Hilang
Tak ada
Berlalu tanpa ucapan perpisahan
Begitu saja

Aku merindukanmu
Rindu senyummu
Rindu saat kita bersama
Rindu saat tanganmu menghapus airmataku
Rindu saat rengkuhanmu menggelitik jiwa
Rindu akan lelehan katamu yang menenangkan

Hey kau,
Aku merasa bodoh karena telah tertipu
Tapi tak bisa kupungkiri
Aku masih membutuhkanmu
Padahal kau sudah pergi
Diam dan menyisakan luka
Luka
Luka
Luka
Hanya luka

Rabu, 31 Oktober 2012

Tentang Rasa ini

Ini adalah puisi yang saya tulis saat saya masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. Entah mengapa, tiba-tiba saja saya ingin menulisnya disini. Sedikit memalukan memang, tapi inilah hasil pemikiran saya waktu itu.

Selamat membaca :)


Aku tahu
tak ada lagi urusanku denganmu
Namun
Ijinkanlah aku
Sedikit lebih cepat mengejarmu
Dalam langkah alunanmu
melodi yang terdengar begitu indah
saat kau menjejakkan jemari kakimu itu di tanah
yang terlalu sibuk membenahi diri untuk kembali lagi di pangkuanmu..

Aku tahu
tak ada jalan yang sanggup kembalikan kisah kita
Namun
mengapa aku tak pernah bisa
sedikit menggores nama manismu itu dri hatiku
Atau
sedikit memajang rasa kesalku
saat aku bisa bertatap muka denganmu
dan melihatmu
matamu yang begitu indah
senyum lembut di bibirmu
dan raut mukamu

Terlalu cepat kau pergi dariku
meninggalkanku begitu saja
tak ada salam perpisahan darimu
atau
lambaian tangan hitammu
Yang selalu meninggalkan kesan manis untukku

Apakah semua itu karena dia?
Sosok yang sekarang bersarang di hatimu
yang mengisi hari-harimu
semenjak kau melihatnya pertama kali
Di bekas sekolahku itu?

Tidakkah kau ingin bercerita
sedikit saja tentang dia di hadapanku?
benarkah kau ingin lepas dariku
tak lagi menganggapku
bahkan memutuskan tali pertemanan kita untuk selamanya
Itukah maumu?

Aku tahu
semua ini tak ada hubungannya lagi denganmu
Namun
biarkanlah aku selalu mendekapmu
Membelaimu dalam buaian kalbu
Dan menghadirkanmu di sisiku
Saat aku harus mengambil keputusan
Saat aku di hadang masalah
Saat aku harus memilih
tetap MENCINTAIMU
atau MEMBENCIMU

Aku tahu
kau takkan lagi peduli
Namun
Bisakah kau sedikit mengerti
Perasaanku padamu
Yang selama ini nyaris tak pernah kuungkap

TENTANG RASA

Yang begitu dalam 
Dan akan kupersembahkan
Hanya UNTUKMU :")

Sabtu, 07 April 2012

Kecewa

Haruskah kukatakan hingga ribuan kali,
bahwa aku tak mau kau sakiti ?
Haruskah kuucapkan berulang kali,
bila sikapmu menusuk di hati ?
Ataukah kuharus datang pada meja keadilan,
dan meminta mereka menjelaskannya padamu ?

Tak berarti lagi
batangan batangan kepercayaan
yang kuletakkan di samping hatimu,
Tak penting lagi
tangisan tangisan piluku
keluhan keluhanku
dan keresahan yang kutumpahkan di bahumu

kau penjarakan hatiku
kau ikat dengan tali panasmu
dan kau tusuk dengan pedang sadismu
Aku meronta ronta !
berusaha melepaskan belenggu belenggumu
namun sosokmu semakin menjeratku :@

Kau !
bibirmu manis,
sayang, kemaniasn itu tak berlaku untuk hatimu
Kuyakin dirimu masih ada rasa untuknya
menyatakan cinta mati padanya
mungkin tak mampu melupakannya 
apalagi menghapus cerita tentangnya

kau semakin buatku benci padamu
kau racuni hari hariku
kau bertingkah di belakangku
dan diam seribu bahasa di hadapanku

aku berharap hatiku seperti karet
elastis dan tak mudah robek
namun kau buat hatiku seperti kaca
satu kesempatan jatuh,
pecah,
berantakan,
dan sulit untuk disatukan kembali

semoga saja,
ini BUKAN AKHIR dari kisah persahabatan KITA ..